31.5.11

Retak



Kemarin, ketika semua tempat hiburan penuh sesak
aku berkunjung ke suatu tempat yang begitu kesepian
Mereka begitu hening dan berdebu, tapi aku suka
Seperti berdoa dalam hening yang memukau.

Sebenarnya mereka sedang sekarat dan kini tak berdaya untuk meneriakkannya
Tapi kau bisa langsung tahu jika melihatnya.
Pohon-pohon terduduk kehausan dan debu beterbangan karena kelaparan.
Mereka kini membutuhkanmu..wahai hujan.

Aku punya rencana bagaimana jika kita berjanji untuk bertemu di sini..
Hei Hujanku yang tampan, aku mengatakan ini padamu..
Apakah kau mendengarkanku…
Hei..kau yang di atas…
Huh…mungkin kau sedang tidur siang.

Saya sungguh bersedih, bahwa di tempatku kau begitu sangat tak diinginkan
Tapi di sini kau begitu sangat di nanti,
Mereka seperti sedang menunggu kencan yang ingkar janji

Kemudian aku berjalan masuk dan berjelajah
Dan...
Aku menemukan seorang yang tertidur
Dia begitu lemah dan ringkih…
Aku terisak melihatnya…
Aku seperti sedang melihat diriku,
seperti menatap cermin dan yang ada hanya aku disana
Kami sungguh punya kesamaan, bahwa aku dan tanah di tempat ini
Sama-sama sedang retak karena merindu padamu..

Aku ingin kamu datang…
Berjanjilah untuk datang, aku akan menunggu sampai malam..
Sampai semua terlelap.
….
Tapi kau sungguh ingkar janji.



sf
*goodbye shocking may & coming june


No comments: