15.11.10

Lelaki itu pergi meninggalkan rumah..

Sebelah kiri : Ayah (bersama teman-temannya)



Ini tak akan merubah apa-apa, dan tak akan membuatmu kembali.
Ini bahkan mungkin tak didengarkan sama sekali.
Tapi tak mengapa...Ini memang untukmu, tentang dirimu menurut kepalaku.

Ayah adalah selembar foto usang...
Ayah adalah cerita orang-orang...
Ayah adalah gundukan tanah...

Aku hampir dua tahun waktu itu ketika Tuhan mengambilmu.
Aku mereka-reka apa yang dapat direkam oleh anak seusia itu. Aku mengatakan tidak ada.
Semuanya tak berbekas, tidak ada.
Setiap saat ketika begitu ingin memindai tentang dirimu, kurogoh kantong ingatan yang kupunya,
tapi tak ada, tak sekeping pun tentangmu Ayah.
  
Bahwa menjadi tahu dan mengerti membuat perasaan menjadi sesak, 
rasa ingin tahuku menggila.. Aku sungguh sangat ingin berkenalan denganmu..
Pernah terlintas untuk menculik Ayah mereka-mereka..tak tahukah engkau hal itu Ayah..?
Tapi urung, aku takut mereka akan bersedih sepertiku.. 
Jadi sekarang jika melihat Ayah mereka-mereka aku hanya akan memotretnya dalam ingatan.. 
Memandanginya dengan binaran mata anak kepada Ayahnya.

Mengapa kita tak memiliki kesempatan itu untuk berkenalan Ayah?
Mengapa kita tak memilki waktu yang banyak bersama?
...agar ketika aku mengingatmu aku bisa memilih saat yang begitu ingin kukenang...tapi tak ada..

Tahukah kau arti merindukan seseorang yang kau sama sekali tak bisa mengingatnya..
_bagaimana rupa wajahmu, suaramu, bagaimana caramu berjalan, apa makanan kesukaanmu...
Aku tak pernah tahu itu...

Tahukah kau kalau kata "Ayah" sangat asing buatku...
menyebut, memanggil kata "Ayah"...selalu membuat perasaan menjadi sendu..
...maaf..
Maaf jika membuatmu terluka...
Maaf jika tak pernah berkunjung ke rumahmu...
Aku tak pernah suka hanya berdiri di depan rumahmu saja...
dan berpikir ada dirimu yang berbaring di dalamnya..
Aku ingin lebih dari itu...
Aku ingin bertemu...

...maaf...
Maaf ..telah membiarkan wajahmu memudar diingatanku...
tapi saya bahagia bisa menjadi anak perempuan dari seorang Ayah sepertimu
Ayah..aku mencintaimu, merindukanmu...sangat
sungguh

Ayah datanglah berkunjung sekali-kali ke mimpiku


love 
sf

No comments: