13.11.10

Letter from Kurt

To : Boddah


Selama beberapa tahun terakhir ini saya sudah tak bisa merasakan lagi kegembiraan dalam mendengar, meresapi dan juga menciptakan musik. Saya merasa bersalah akan hal ini, contohnya ketika kami ada di bawah panggung, dan lampu-lampu pangung menyala serta orang-orang berdesakan menunggu kami sambil berteriak histeris. Itu tidak mempengaruhi saya seperti halnya mempengaruhi FREDDIE MERCURY, yang notabene sangat menyukai dan menikmati kekaguman penonton di bawah panggung. Semua itu merupakan sesuatu yang sangat saya kagumi sekaligus membuat saya iri. Faktanya adalah saya tak bisa membohongi kamu, kalian semua, atau saya sendiri, ini jelas tidak adil bagi kalian dan juga bagi saya.

Kejahatan terburuk yang pernah saya lakukan adalah berpura-pura kepada semua orang bahwa saya orang yang sangat bahagia 100%. Kadang saya merasa perlu adanya dorongan jam waktu sebelum saya naik ke atas panggung. Saya sudah mencoba sekuat tenaga saya untuk menghargainya. Dan saya benar-benar menghargai hal itu. Tuhan mempercayaiku, dan saya juga. Tapi itu tidak cukup. Saya menghargai kenyataan bahwa saya dan kami (NIRVANA) telah mempengaruhi dan menghibur begitu banyak orang. Saya pasti salah satu tipe orang narsitis yang hanya menghargai sekeliling ketika saya sendirian. Saya terlalu sensitif, saya perlu sedikit mati rasa untuk menghadirkan kembali keantusiasan saya semasa kecil dulu. Dalam beberapa tour terakhir ini, saya telah belajar banyak menghargai orang-orang yang saya kenal secara dekat dan juga penggemar musik kami. Tapi saya tetap tidak bisa menghilangkan rasa frustasi, perasaan bersalah, dan empati saya kepada semua orang.

Ada kebaikan di antara kita semua, dan saya benar-benar mencintai umat manusia secara keseluruhan, sangat mencintai sampai itu membuat saya sedih. Awalnya kehidupan saya sangat baik, dan saya bersyukur. Tapi sejak berumur 7 tahun, saya mulai membenci umat manusia secara keseluruhan. Hanya karena begitu mudahnya orang berteman dan merasakan empati. Dan saya rasa, saat ini saya memiliki empati, karena saya sangat menyayangi dan merasa peduli kepada semua orang.

Terima kasih dari lubuk hati saya yang terbakar dan menyakitkan ini atas perhatian dan surat-surat yang saya terima selama setahun terakhir ini. Saya pasti  orang  yang sangat sensitif dan tidak mempunyai harapan lagi. Jadi ingatlah, lebih baik padam daripada pudar.

Peace, love, Emphaty
Kurt Cobain

No comments: