Showing posts with label father to daughters and sons. Show all posts
Showing posts with label father to daughters and sons. Show all posts

10.5.11

Father's Little Dividend









source : weheartit

Mimpiku yang engkau kunjungi

weheartit


Aku memimpikanmu semalam…
Hei ..apakah karena engkau membaca suratku Ayah…
Aku sungguh bahagia…hingga tak mau terbangun pagi tadi
Aku bahkan kembali tertidur dan berharap kamu datang lagi,
Tapi tidak, kamu sungguh tidak ada..

Apakah karena pikiranku kini berpusat padamu
Atau karena kau sungguh ingin datang Ayah…
Aku belum pernah mengingat mimpi yang sejelas ini..
Kami sedang berkumpul dan lagi memperbincangkan sesuatu
Dan tiba-tiba Ayah datang, masuk dan mengatakan sesuatu kepada mama
Ayah datang seperti  tidak pernah pergi untuk waktu lama

Ayah berkata sesuatu dan saya tidak tahu apa itu
Saya hanya terdiam dan memandang Ayah berbincang dengan mama
Itu karena saya sedang merekam semuanya
warna suaramu, gerak-gerikmu, tertawamu
Ayah memakai kemeja putih kotak-kotak dan celana abu-abu waktu itu
Suaramu sungguh bagus, dan kau begitu muda
Kau melakukan semua  itu seperti sedang menjawab semua pertanyaanku disurat itu
Kau berbincang bahkan sedang tertawa bersama mama hingga tak memperhatikan aku

Tapi tiba-tiba kau berbalik dan tersenyum kepadaku tapi tidak mengatakan sesuatu
Tapi kau melihatku lama, begitu lama
Ahh…aku masih bisa mengingat senyum itu, wajahmu yang tersenyum begitu sangat jelas
Dan aku hanya bisa membalas senyummu itu lalu tertunduk di bawah meja dan menangis
Aku menangis, mungkin karena bahagia
Untuk pertama kalinya kita bisa sedekat ini
Semoga besok kita bisa bertemu lagi …
Dan terima kasih telah berkunjung ke mimpiku Ayah.
Aku mencintaimu.

love
sf

p.s. apakah engkau kini bertemu saudaramu, dia pergi malam kemarin ke tempatmu...
      Sebenarnya aku sedih..
      RIP 08.05.11 Ir. Fachmy Rahim



15.11.10

Lelaki itu pergi meninggalkan rumah..

Sebelah kiri : Ayah (bersama teman-temannya)



Ini tak akan merubah apa-apa, dan tak akan membuatmu kembali.
Ini bahkan mungkin tak didengarkan sama sekali.
Tapi tak mengapa...Ini memang untukmu, tentang dirimu menurut kepalaku.

Ayah adalah selembar foto usang...
Ayah adalah cerita orang-orang...
Ayah adalah gundukan tanah...

Aku hampir dua tahun waktu itu ketika Tuhan mengambilmu.
Aku mereka-reka apa yang dapat direkam oleh anak seusia itu. Aku mengatakan tidak ada.
Semuanya tak berbekas, tidak ada.
Setiap saat ketika begitu ingin memindai tentang dirimu, kurogoh kantong ingatan yang kupunya,
tapi tak ada, tak sekeping pun tentangmu Ayah.
  
Bahwa menjadi tahu dan mengerti membuat perasaan menjadi sesak, 
rasa ingin tahuku menggila.. Aku sungguh sangat ingin berkenalan denganmu..
Pernah terlintas untuk menculik Ayah mereka-mereka..tak tahukah engkau hal itu Ayah..?
Tapi urung, aku takut mereka akan bersedih sepertiku.. 
Jadi sekarang jika melihat Ayah mereka-mereka aku hanya akan memotretnya dalam ingatan.. 
Memandanginya dengan binaran mata anak kepada Ayahnya.

Mengapa kita tak memiliki kesempatan itu untuk berkenalan Ayah?
Mengapa kita tak memilki waktu yang banyak bersama?
...agar ketika aku mengingatmu aku bisa memilih saat yang begitu ingin kukenang...tapi tak ada..

Tahukah kau arti merindukan seseorang yang kau sama sekali tak bisa mengingatnya..
_bagaimana rupa wajahmu, suaramu, bagaimana caramu berjalan, apa makanan kesukaanmu...
Aku tak pernah tahu itu...

Tahukah kau kalau kata "Ayah" sangat asing buatku...
menyebut, memanggil kata "Ayah"...selalu membuat perasaan menjadi sendu..
...maaf..
Maaf jika membuatmu terluka...
Maaf jika tak pernah berkunjung ke rumahmu...
Aku tak pernah suka hanya berdiri di depan rumahmu saja...
dan berpikir ada dirimu yang berbaring di dalamnya..
Aku ingin lebih dari itu...
Aku ingin bertemu...

...maaf...
Maaf ..telah membiarkan wajahmu memudar diingatanku...
tapi saya bahagia bisa menjadi anak perempuan dari seorang Ayah sepertimu
Ayah..aku mencintaimu, merindukanmu...sangat
sungguh

Ayah datanglah berkunjung sekali-kali ke mimpiku


love 
sf