Showing posts with label hillarious. Show all posts
Showing posts with label hillarious. Show all posts
10.5.11
12.1.11
7.1.11
Just Before
Sekitar 41 tahun yang lalu, tepatnya 8 Agustus 1969 pukul 11.35 am , The Beatles berjalan menyebrangi zebra cross di suatu jalan yang lengang di London Utara.
Foto ini diambil dengan tujuan untuk album mereka (pada waktu itu) : Abbey Road Album. Pengambilan foto ini hanya dilakukan dalam waktu 10 menit dengan 6 kali jepretan, yang diambil oleh seorang fotografer, Iain Macmillan (disinyalir teman John Lennon), dan hanya beberapa waktu berikutnya Paul memilih foto hasil jepretan yang ke-5. Dan sekarang, foto ini menjadi cover album yang paling terkenal dan “Most Iconic” dalam sejarah dengan 2 alasan-album ini menginspirasi imitasi-plagiat band lain dan melahirkan konspirasi teori publik.
Saking terkenalnya foto di atas, banyak orang yang sangat teliti menganalisa foto tersebut, berikut hal unik yang dipublikasikan mengenai Abbey Road Cover Album:
A. Keempat anggota The Beatles menggunakan setelan baju yang berbeda: John Lennon berjalan paling depan dengan menggunakan setelan rapih serba putih bak pastor, sedangkan Ringo Starr berjalan di belakangnya dengan setelan jas hitam seperti pengangkut jenazah, Paul McCartney berjalan dengan setelan jas santai tanpa menggunakan alas kaki! (nomer 1), dan dengan rokok terjepit di tangan kanannya (nomer 2), sedangkan George Harrison berjalan paling belakang dengan gaya tidak resmi dan santai. Semuanya menggunakan setelan dengan warna yang hampir sama. Dan lihatlah, anggota Beatles paling depan dan paling belakang memiliki rambut panjang, sedangkan yang lain berambut pendek.
B. Latar belakang sebelah kiri gambar terparkir VW Beetle dengan plat nomer : LMW 28IF (nomer 3) dan sekumpulan 3 orang yang sedang berdiri (nomer 4), jika ditarik garis lurus antar mobil VW beetle dan mobil warna biru (nomer 6) maka garis itu akan memotong melewati kepala Paul McCartney.
C. Sebelah kanan latar belakang terdapat mobil polisi (nomer 5) dan ada 1 orang lelaki (nomer 4) yang berdiri melihat keempat anggota The Beatles tersebut
D. Versi album di Australia, cover album menunjukkan terdapat cipratan darah di atas jalan tepat di antara Ringo dan John, disinyalir bekas kecelakaan lalu lintas (nomer 7).
ceritanya dapat dari sini
urban legend Paul McCartney : paul-is-dead
24.12.10
23.12.10
22.12.10
13.11.10
Letter from Kurt
To : Boddah
Peace, love, Emphaty
Kurt Cobain
Selama beberapa tahun terakhir ini saya sudah tak bisa merasakan lagi kegembiraan dalam mendengar, meresapi dan juga menciptakan musik. Saya merasa bersalah akan hal ini, contohnya ketika kami ada di bawah panggung, dan lampu-lampu pangung menyala serta orang-orang berdesakan menunggu kami sambil berteriak histeris. Itu tidak mempengaruhi saya seperti halnya mempengaruhi FREDDIE MERCURY, yang notabene sangat menyukai dan menikmati kekaguman penonton di bawah panggung. Semua itu merupakan sesuatu yang sangat saya kagumi sekaligus membuat saya iri. Faktanya adalah saya tak bisa membohongi kamu, kalian semua, atau saya sendiri, ini jelas tidak adil bagi kalian dan juga bagi saya.
Kejahatan terburuk yang pernah saya lakukan adalah berpura-pura kepada semua orang bahwa saya orang yang sangat bahagia 100%. Kadang saya merasa perlu adanya dorongan jam waktu sebelum saya naik ke atas panggung. Saya sudah mencoba sekuat tenaga saya untuk menghargainya. Dan saya benar-benar menghargai hal itu. Tuhan mempercayaiku, dan saya juga. Tapi itu tidak cukup. Saya menghargai kenyataan bahwa saya dan kami (NIRVANA) telah mempengaruhi dan menghibur begitu banyak orang. Saya pasti salah satu tipe orang narsitis yang hanya menghargai sekeliling ketika saya sendirian. Saya terlalu sensitif, saya perlu sedikit mati rasa untuk menghadirkan kembali keantusiasan saya semasa kecil dulu. Dalam beberapa tour terakhir ini, saya telah belajar banyak menghargai orang-orang yang saya kenal secara dekat dan juga penggemar musik kami. Tapi saya tetap tidak bisa menghilangkan rasa frustasi, perasaan bersalah, dan empati saya kepada semua orang.
Ada kebaikan di antara kita semua, dan saya benar-benar mencintai umat manusia secara keseluruhan, sangat mencintai sampai itu membuat saya sedih. Awalnya kehidupan saya sangat baik, dan saya bersyukur. Tapi sejak berumur 7 tahun, saya mulai membenci umat manusia secara keseluruhan. Hanya karena begitu mudahnya orang berteman dan merasakan empati. Dan saya rasa, saat ini saya memiliki empati, karena saya sangat menyayangi dan merasa peduli kepada semua orang.
Terima kasih dari lubuk hati saya yang terbakar dan menyakitkan ini atas perhatian dan surat-surat yang saya terima selama setahun terakhir ini. Saya pasti orang yang sangat sensitif dan tidak mempunyai harapan lagi. Jadi ingatlah, lebih baik padam daripada pudar.
Peace, love, Emphaty
Kurt Cobain
17.9.10
Zooey Deschanel Interview
Zooey did an interview with the A.V. Club recently, and they have added the interview to their site. She talks about She & Him and a her upcoming movies.
A.V. Club: Your music feels simultaneously nostalgic and modern. Do you ever feel torn between the two?
Zooey Deschanel: Yeah, I think so. I usually like stuff that was made before I was born. At the same time, I’m happy to live in 2010 and have access to many years of records.
AVC: A lot of your songs deal with unrequited love and relationships gone badThe . Now that you’re off the shelf, so to speak, what are you going to write about?
ZD: I still write about unrequited love. It’s interesting. It was never so personal. I mean, the emotions are personal. I’m moved by the emotions, but they were never all about me. I think when you use too much in your own—if you’re a creative person at all, if you overuse yourself as a pawn in your own adventures to write your masterpiece, I think you end up bending yourself. It’s all very sincere emotionally. It’s just not necessarily my life experience.
AVC: What keeps you coming back to that subject?
ZD: I don’t know. You just like some things or other things, I guess. Interesting stories.
AVC: Have you thought about collaborating with your husband, Ben Gibbard, on a project?
ZD: I like to keep it separate. I think it’s better to have your personal life and your work life separate. That way they don’t corrupt each other, so to speak.
AVC: So no Death Cab For She & Him?
ZD: I don’t think so. I like to be a supportive wife, and I think he likes to be a supportive husband, without having it become like “Let’s make a business out of it.” I think it’s better to just keep it separate.
AVC: Do you set aside time to write while on film sets?
ZD: I rarely do movies. I’ve done like one movie a year for the past couple years. I used to do a lot more, but I’ve just been a lot more choosy lately, so that I do have more time. I’ve been touring a lot, recording a lot, and writing a lot. I just do the movies I really, really want to do, and don’t overwork myself in that area. That way, I can concentrate on one thing at a time. I used to write all the time when I was working, and go home and stay up really late. I’ve just been spending more time doing music lately.
AVC: How’s that process different for you than acting?
ZD: I have a lot of control in writing music and being there for the recording process. I have a real role in all of it. If I’m just acting in something, there’s a lot of—you know, you’re following people’s direction. You’re collaborating. In a way, it’s like a job where you show up, and it’s really somebody else’s vision, someone else’s thing, and you’re there. You might have a lot of passion for it, but it’s not yours unless you’re part of developing it. But an actor for hire is really like—it’s one of many important jobs on a film set, but there are so many people you’re working with. You have to please a lot of people. There’s a burden that comes with that.
AVC: With the growing popularity of She & Him, are you thinking of that as your primary career?
ZD: I really love doing it. Writing music is really my favorite thing, and I’m privileged enough to get paid to do it. I’m not saying I’m quitting acting and stuff, but I really have been happier leaving more time to do music and really having the time and resources to concentrate on it, rather than it being something I fit in between movie projects. It’s sort of something I do mostly, and then I do movies when I want.
AVC: Is there a Volume Three in the works, or are you looking to go in a new direction for the next album?
ZD: We haven’t started recording or anything. I’m just writing right now, and we’re still touring for Volume Two. We’ll see.
AVC: Producing is such an all-encompassing and sometimes vague title. What’s M. Ward’s role specifically, and what’s your creative process working together?
ZD: I’ll write a song and make a demo of it and put in backing vocals, like a little produced demo. Then I’ll send it to Matt, and if he likes it, we’ll go in and work on it and record it for a record. Once we have enough songs that I’ve written that he likes, we’ll go and record it. It’s a pretty classic relay race. I enjoy making the demo because I like to play different instruments. I enjoy trying to make something Matt will like. I enjoy every part of the process. Matt’s very collaborative, and he always has great ideas. He’s a great producer, and keeps evolving. It’s really fun to watch how he has evolved as a producer. He’s an extremely creative person.
AVC: Your IMDB page credits you in development on an “Untitled Groupie Project.” Do you play a groupie?
ZD: I don’t. It’s really early in development. It’s sort of based on that book [Pamela Des Barres’ I’m With The Band: Confessions Of A Groupie], but it’s pretty different. It’s really, really loosely based. She’s not Pamela, so she’s not even the same person.
AVC: In David Gordon Green’s new stoner fantasy, Your Highness, you play a virginal bride who shares a name with a porn star. Was this a coincidence?
ZD: I had no idea. Does she? I don’t know anything about the porn industry, but it’s the dirtiest medieval comedy you will ever see. I will guarantee you that. Oh my God, it’s ridiculously dirty. I mean, it’s like the most dirty humor that you could possibly come up with.
AVC: How was inhabiting such a heightened reality different from the naturalistic roles you usually play?
ZD: It was totally fun.
AVC: Your other upcoming film is My Idiot Brother, where you play Rashida Jones’ girlfriend.
ZD: Yeah, I’m still shooting it now. Paul Rudd, Emily Mortimer, Elizabeth Banks, and I are all siblings. He’s in jail for a minor drug offense, and comes in and messes with all his sisters’ lives.
AVC: How was the lesbian dynamic working with Rashida Jones different from, say, working with guys?
ZD: Rashida Jones is awesome! I’ve been totally surprised at what a huge deal everyone’s made out of it, about that. It’s not any different. It’s just like playing people with the same problems straight people have. [Laughs.]
15.9.10
Hopely ever after...
Saya suka melihat kebersamaan ini,
Orlando Bloom kelihatan begitu sangat menyayangi Miranda Kerr...
Hopely ever after...
Saya cemburu sangatt...hahahaha
30.7.10
22.7.10
20.7.10
Woody Allen
“ For years, I played the romantic lead, and then I couldn’t play it any longer, because I got too old to play it, and it’s no fun just not playing the guy who gets the girl. So unless I can think of some way to do it, no. … You can imagine how frustrating it is when I do these movies with Scarlett Johansson and Naomi Watts, and the other guys get them. And I’m the director. I’m the, you know, that old guy over there is the director. I don’t like that. I like being the one that sits across from them in the restaurant and looks in their eyes and lies to them. ” - Woody Allen Shares Tales of Love, Death at Cannes
13.7.10
hmm...photo box!!!
![]() |
| Leighton Meester |
![]() |
| Lindsay Lohan |
![]() |
| Jim Sturgess |
![]() |
| Liv Tyler |
![]() |
| Emma Watson |
![]() |
| Kristen Stewart & Robert Pattinson |
![]() |
| Woody Allen |
![]() |
| Kristen Stewart |
source : polyvore.
8.7.10
1.7.10
great dakota
menemukan ini_rasanya baru kemarin mendengar teriakannya di war of the worlds....
sudah dewasa saja dia yah...so sweet^^
30.6.10
surat buat Ainun dari Habibie
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang,
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan,
Calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
26.6.10
24.4.10
Subscribe to:
Posts (Atom)



















































