Showing posts with label Kicau Kacau. Show all posts
Showing posts with label Kicau Kacau. Show all posts

2.11.13

Kecuali aku

ketika sabtu di sore hari dan sedang mencari sesuatu 

semuanya bertumbuh
kecuali aku

semuanya bermimpi
kecuali aku

dan
sore bergegas
kecuali aku






31.7.11

Kicau kacau #part 1

Menatap panggungmu, dan mereka-reka di tengah hiruk pikuk perasaan aku mendengar genderang perang ditabuh..

Di bawah kolong langit aku melagu hingga hilang arah, kini aku hilang dibawa bingar manusiamu

Aku menjadi pemberontak dan memandang semua hal berlebihan termasuk senyuman lembut orang asing

Aku menunggu dilempar seperti sampah, teronggok dipaling bawah mimpi tercemar seperti limbah yang terbuang

Ini rabu yang berwarna abu-abu jadi ingin mewarnai 

Ini sore warna-warni, waktu yg tepat untuk mengemasi hati dan bangun dari mimpi, hidup adalah bertemu bukan sekadar tombol enter 

Meringkuk bersama mimpi di atas malam yang bingar oleh dengkurmu, aku ingin memesan lelap sayang

Jika beberapa mimpi terpenuhi tapi tak merasakan apa-apa kecuali hampa, ini mugkin kematian hati yang perlahan..

Ini siang aku berdebar, sedikit disengat panas malah makin berdebar..ya sudahlah akan kuhadapi saja.

Sinar matahari yang abadi dari pikiran tanpa jejak, ada hal yang tak ingin kuingat..hal yang kuingkari pernah memilikinya

Ini aku bersama pagi, duduk manis menunggumu..tapi kau ingkar seperti matahari hari ini...

Berharap seperti itu, Dia pasti mendengar mungkin hanya sedikit menunda..tapi tak akan bosan menunggu...

Belum pernah mencari, hanya ingin berkicau di antara mereka yg asing, tapi kini rindu mereka yang dulu pernah akrab..

Ingin menjadi kopi yg ditubruk, dihujani panas, melalui tenggorokan yang gelap dan bermuara diperutmu yang pekat

Ini aku dengan senyum kanakku, berlari berebut senja dengan kaki berlumur terik

Ini aku dengan wajah pagiku, terkantuk-kantu menatap dunia..ah ingin kembali lelap bertemu denganmu di mimpi..ataukah aku sedang bermimpi 

Masih terkantuk-kantuk dengan otak sedikit terantuk-antuk..  

Terjun bebas di kepulan hitam berenang-renang dengan kepahitan yg kini tampak begitu akrab..

Membaca racauan orang-orang di pagi hari rasanya lebih aktual dari koran pagi.. selamat pagi hei orang-orang pagi...

Jika melupakan itu ada harganya, saya akan bayar.

Aku sekarat pada malam yg memaksa melipat kenangan dan menyimpannya baik-baik di hati, aku ingin pagi..aku ingin lupa 

Saat kebodohan itu mendekat, semuanya mengabur nyata, jiwa tak lg mengindahkan akal yg menyisakan diri dalam tanya

Raga yg terlelap dikawal roh yg terjaga bermain dalam jiwa, jangan panggil dia, bersamanya kuingin menyapa pagiMU ..biar terlelap..

diterpa sinar matahari yg menghangat, menjalar di relung yg tersisa, ini aku sdg bergelayut mesra pd pagi..selamat pagi dirimu

Bolehkah berkunjung ke rumahmu..aku anggap boleh..hmm sedikit berdebu, senyap tp bingar, tapi sdh ada orang di dalamnya. Aku pulang saja!!!

Langkah-langkah yg santun tersesat ingin pulang, tp terdera dlm mimpi. Segera saja, dan bunda ingin bila perlu usaikan mimpimu

Seperti ada sekumpulan belatung yg menggerogoti isi tubuhmu hingga kosong, tak bisa merasakan apa-apa kecuali hampa.

Semuanya selalu bermula pd dirimu dan berakhir pd cerita orang-orang yg mengenangmu, tapi kau yg menentukan bagaimana kau mau diceritakan..

@quiniuke
[Twitter Juli 2011 ]

28.7.11

Percakapan tentang mimpi

Apakah ada yang tertinggal dalam mimpimu? Sehingga kau kembali memeluk bantal yang sintal :)

aku lupa mengambil setumpuk saat indah, tp untuk satu kepakan sayapnya tak membuat mimpi terbang ke setiap jiwa yg terlelap

setumpuk lupa kau taruh di bibirmu jika kau berdoa kepadaNYA, sayap-sayap pun siap membawamu menuju mimpi tempat hawa bersemayam.


Percakapan tentang mimpi dengan orang asing yang kemarin
[Twitter, 28 Juli 2011]


22.7.11

Kopi senja

weheartit
@Embun_senyawa : aku ingin menjadi gula dalam kopimu dengan kepahitan yang kau punya
@quini_uke : seberapa manis kau bisa bertahan ditengah kepahitanku hei embun senyawa
@Embun_senyawa : manisku tak bertahan ditengah melainkan di dasarmu menyatu dengan ampas pahitmu.
@quini_uke : seperti ingin menegukmu pagi ini, membiarkanmu menari-nari di lidahku mengusir pahit yang menguasai hari ini
@Embun_senyawa : Rasakan dan tandaskan tegukanmu aku akan mencari celah pahitmu dan mengubur dengan manis gulaku
@quini_uke :*angkat bendera putih*
@Embun_senyawa : Sebenarnya aku masih ingin bertempur, itu siasatmu akan kubalas kau dengan kedamaian.
@quini_uke : Kau terlalu tangguh untuk dilumuri pahit, kuterima damaimu asalkan tanpa senyap yang membunuh
@Embun_senyawa : Ketangguhanku ada di kedamaian pahitmu, aku melengkapinya di kopi senja, terlihat hitam, dan hanya rasa tak mengubah warna
@quini_uke : dan seketika aku dan langit hening, senja luntur berubah pekat, aku yang didekap kepahitan meneguk sedikit demi sedikit senjamu
@Embun_senyawa : Semakin gelap aku menari di panggung rembulan pada keranda tak bertuan, mimpi dan bintang bertepuk tangan.
@quini_uke : Aku mematung dalam gelap meranggas kekosongan , ahh..aku dikalahkan mimpi dan bintang yg menyeringai senang


Anggaplah seperti ini jika di dunia nyata :
Suatu senja yang biasa-biasa saja, aku sedang duduk sendirian dalam sebuah warung kopi yang sangat ramai, semuanya sedang asyik dengan dunianya, ada yang membicarakan tentang betapa boroknya pemerintah saat ini, ada yang berdebat sengit tentang hak asasi manusia, ada yang sedang memberikan wejangan pemulihan jiwa, dan apapun itu.
Dan apa yang aku lakukan, hanya duduk sendiri dengan pikiran yang berkecamuk, hanya ditemani secangkir kopi dan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Kemudian dia datang juga dengan secangkir kopi karena tak ada tempat duduk yang kosong dia meminta untuk bisa duduk di mejaku. Dan bercakaplah kami seakrab teman lama dalam percakapan yang tak biasa dan dilakukan tanpa rasa, tanpa ada pertanyaan retorika... Hanya berbekal pengetahuan bahwa aku perempuan dan dia laki-laki.. tanpa ada rasa ingin saling tahu tentang semuanya.
Senja luruh, saya harus pergi, dan dia harus pergi..dan kemudian kami kembali menjadi asing satu sama lain..


sf