25.1.11

Va'dove ti porta il cuore

"dan kelak, di saat begitu banyak jalan
terbentang dihadapanmu
dan kau tak tahu jalan mana yang harus
kau ambil, janganlah memilihnya dengan
asal saja, tetapi duduklah dan
tunggulah sesaat. tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan,
seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.
jangan biarkan apa pun mengalihkan
perhatianmu, tunggulah dan tunggulah
lebih lama lagi. berdiam dirilah, tetap hening,
dan dengarkanlah hatimu.
lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah,
dan pergilah ke mana hati membawamu.
 [Susanna Tamaro]

"Hidup bukanlah perlombaan, melainkan membidik target: menghemat waktu tidaklah penting, yang penting membidik titik di tengah-tengah."
(Susanna Tamaro, Pergilah ke mana hati membawamu)

"Siapa pun yang meninggalkan usia remaja tanpa terluka tak pernah bisa menjadi orang dewasa yang sempurna." (hlm. 4)

"Kemampuan untuk memecahkan masalah datang pengalaman sehari-hari, dengan memandang segala sesuatu sebagaimana adanya bukan sebagaimana seharusnya, entah menurut siapa pun." (hlm. 20)

"Untuk menjadi kuat kau harus mencintai diri sendiri ;dan untuk mencintai diri sendiri kau harus benar2 mengenal dirimu, mengenal segala sesuatu tentang dirimu, termasuk rahasiamu yang paling tersembunyi, rahasia yang paling sulit diterima." (hlm. 19)

Pemahaman membutuhkan keheningan (hlm. 33)

Berjuang untuk suatu gagasan tanpa terlebih dulu mengenal dirimu sendiri adalah hal yang paling berbahaya yang bisa dilakukan manusia (hlm. 53)

Jangan percaya kepada orang2 sempurna yang memiliki semua jawaban. Jangan percaya apapun kecuali apa yang dikatakan hatimu (hlm. 49)

Hati manusia bagaikan tanah, separuh disinari matahari separuh lagi ada dalam bayangan (hlm. 49)

Setiap orang melakukan kesalahan, namun jika kau meningggal dunia tanpa pernah memahami kesalahan2 itu, itu artinya kau menyia-nyiakan makna kehidupan.(hlm. 46)

Tentang pilihan untuk berkeluarga..   

Aku berpikir suatu hari nanti aku menemukan seorang pemuda yang dapat ku ajak bicara hingga larut malam tanpa merasa lelah. Dan saat berbicara kami tersadar bahwa kami merasakan emosi yang sama dan melihat segala sesuatu dengan cara yang sama. Maka lalu cinta pun lahir, cinta yang didasarkan pada persahabatan, pada rasa saling menghargai, bukannya tipuan-tipuan murahan. Aku menginginkan persahabatan penuh kasih dengan seorang pria, jenis hubungan setara seperti yang sering ada antara seorang pria dan pria lain.Teman-temanku banyak, namun hubungan kami tak pernah dua arah. Teman-temanku hanya datang untuk menceritakan masalah percintaan mereka. Satu demi satu teman-temanku pun menikah. Pada suatu saat dalam hidupku, sepertinya aku tidak melakukan apa-apa kecuali menghadiri pesta pernikahan. Sejujurnya aku tidak merasakan di dalam diriku keinginan yang menyala-nyala untuk berkeluarga. Gagasan untuk melahirkan membuatku gelisah. Sebagai seorang anak, aku sangat menderita dan aku takut pada giliranku aku akan membuat seorang makhluk tak berdosa menderita seperti diriku. Pendek kata, dibandingkan perempuan-perempuan lain, hidupku bebas dan aku sangat takut kehilangan kebebasan ini.   

Tentang memilih dengan hati..  

Saat usiamu bertambah, kau mungkin terdorong untuk mengubah sesuatu, mengubah yang keliru menjadi benar, namun setiap kali dorongan itu muncul, ingatlah bahwa perubahan paling penting pertama yang harus dilakukan ada di dalam dirimu sendiri. Berjuang untuk suatu gagasan tanpa terlebih dulu mengenal dirimu sendiri adalah hal paling berbahaya yang bisa dilakukan manusia. Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus diambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah kemana hati membawamu.
  
Va’ dove ti porta il cuore atau dalam bahasa Indonesia Pergilah Ke Mana Hati Membawamu karangan Susanna Tamaro.






sebagian isi buku diambil dari : sini dan sini

No comments: