27.4.11

kemudian pergi lagi..

tidak, saya tidak menghilang...saya selalu datang tapi tidak sampai masuk, hanya duduk di beranda melihatmu sebentar kemudian pergi lagi..mungkin kamu tidak melihat saya saja karena ada banyak kerumunan orang-orang...
sf

Anarchy of the mind

Top 10 Myths about Introverts 

Myth #1 – Introverts don’t like to talk.
This is not true. Introverts just don’t talk unless they have something to say. They hate small talk. Get an introvert talking about something they are interested in, and they won’t shut up for days.

Myth #2 – Introverts are shy.
Shyness has nothing to do with being an Introvert. Introverts are not necessarily afraid of people. What they need is a reason to interact. They don’t interact for the sake of interacting. If you want to talk to an Introvert, just start talking. Don’t worry about being polite.

Myth #3 – Introverts are rude.
Introverts often don’t see a reason for beating around the bush with social pleasantries. They want everyone to just be real and honest. Unfortunately, this is not acceptable in most settings, so Introverts can feel a lot of pressure to fit in, which they find exhausting.

Myth #4 – Introverts don’t like people.
On the contrary, Introverts intensely value the few friends they have. They can count their close friends on one hand. If you are lucky enough for an introvert to consider you a friend, you probably have a loyal ally for life. Once you have earned their respect as being a person of substance, you’re in.

Myth #5 – Introverts don’t like to go out in public.
Nonsense. Introverts just don’t like to go out in public FOR AS LONG. They also like to avoid the complications that are involved in public activities. They take in data and experiences very quickly, and as a result, don’t need to be there for long to “get it.” They’re ready to go home, recharge, and process it all. In fact, recharging is absolutely crucial for Introverts.

Myth #6 – Introverts always want to be alone.
Introverts are perfectly comfortable with their own thoughts. They think a lot. They daydream. They like to have problems to work on, puzzles to solve. But they can also get incredibly lonely if they don’t have anyone to share their discoveries with. They crave an authentic and sincere connection with ONE PERSON at a time.

Myth #7 – Introverts are weird.
Introverts are often individualists. They don’t follow the crowd. They’d prefer to be valued for their novel ways of living. They think for themselves and because of that, they often challenge the norm. They don’t make most decisions based on what is popular or trendy.

Myth #8 – Introverts are aloof nerds.
Introverts are people who primarily look inward, paying close attention to their thoughts and emotions. It’s not that they are incapable of paying attention to what is going on around them, it’s just that their inner world is much more stimulating and rewarding to them.

Myth #9 – Introverts don’t know how to relax and have fun.
Introverts typically relax at home or in nature, not in busy public places. Introverts are not thrill seekers and adrenaline junkies. If there is too much talking and noise going on, they shut down. Their brains are too sensitive to the neurotransmitter called Dopamine. Introverts and Extroverts have different dominant neuro-pathways. Just look it up.

Myth #10 – Introverts can fix themselves and become Extroverts.
Introverts cannot “fix themselves” and deserve respect for their natural temperament and contributions to the human race. In fact, one study (Silverman, 1986) showed that the percentage of Introverts increases with IQ.

I have to post this one because i'm an introvert person, and all of this is true, coz i'm feel it and livin it
source : here

 

12.4.11

Letter from GREENPEACE...



Dukung Facebook Unfriend Coal di Hari Bumi!

Dear Sukmawati,
Anda bisa ikut berperan mendukung Facebook untuk go green!

Saya yakin Anda punya
account Facebook, dan menggunakannya secara aktif. Sambil mengecek update dari teman-teman Anda di Facebook, kenapa tidak sekalian melakukan aksi untuk mendukung situs favorit kita itu agar melepaskan ketergantungannya pada energi batubara, dan lebih bertanggung jawab pada lingkungan?
Selama berbulan-bulan Greenpeace telah mendesak Facebook untuk mengikuti langkah [R]evolusi Energi kami. Kami ingin mereka berkomitmen untuk menggunakan sumber energi terbarukan untuk mengoperasikan jejaring sosial ini dan berhenti menggunakan energi batubara. Mereka telah mulai bekerja ke arah sana, tetapi tidak cukup cepat! Kita harus terus mendesak mereka.

Indonesia adalah negara dengan pengguna Facebook kedua terbanyak di dunia. Jadi kalau kita bersatu dan bekerja sama, suara kita akan berdampak besar pada keputusan yang dapat dibuat oleh Facebook.


Kami memberikan batas waktu bagi Facebook pada Hari Bumi, 22 April 2011.
Ini berarti 15 hari lagi! Greenpeace punya halaman multi-lingual di Facebook di mana semua orang dari seluruh dunia dapat bergabung dengan kampanye Facebook Unfriend Coal, jadi ajak semua teman Anda dan bergabung dengan kampanye kami sekarang juga.


Yang perlu Anda lakukan hanya klik di
sini, dan Anda akan menemukan informasi tentang berbagai cara Anda bisa mendukung kampanye ini. Anda juga bisa menonton video Facebook TV ad yang khusus dibuat oleh Greenpeace untuk kampanye Unfriend Coal. Kami butuh bantuan Anda agar sebanyak mungkin orang dapat menonton dan berbagi video ini melalui jejaring sosial. Jadi tunggu apa lagi? Segera berbagi dengan keluarga dan teman Anda melalui Facebook dan Twitter. Jika anda memiliki blog, Anda dapat membantu dengan memposting video “Facebook TV Ad.

Selain itu,
pada Rabu, 13 April 2011 mendatang, kami akan menggalang pengguna Facebook di seluruh dunia untuk menuliskan komentar pada halaman khusus di Facebook. Kami berharap dapat mengumpulkan ribuan komentar untuk kami sampaikan langsung kepada manajemen Facebook. Kami juga akan berusaha memecahkan rekor dunia bagi komentar terbanyak di Facebook dalam 24 jam, dan Anda bisa menjadi bagian dari rekor dunia ini! Kami akan mengirimkan link untuk halaman khusus ini ke email Anda dalam waktu dekat, dan jangan lupa terus ikuti perkembangannya di Facebook dan Twitter kami.

Dengan dukungan Anda, tidak lama lagi kita akan melihat tampilan “Facebook digerakkan oleh Energi Terbarukan” pada profil Facebook kita. Sungguh cara yang terbaik untuk menikmati jejaring sosial sambil menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.
Salam hangat,

Arie Utami
Juru Kampanye New Media
Greenpeace Asia Tenggara


7.4.11

# Karena Kamu Cuma Satu



# Karena kamu cuma satu
by NAIF




Karena kamu cuma satu dan hari ini cuma ada satu...

16.2.11

Belum bisa tertidur... pikiranku lagi cerewet

"hei..malam itu bingar loh, tidak sesunyi seperti yang kau duga.."
"Iya sih, tapi besok harus bangun pagi dan itu 2 jam lagi.."
"Ayolah.. sebentar saja, temani aku.. Aku waras hanya di malam hari.. hahaha.."
" Tampaknya terbalik deh..hahaha.."
"Hei..putar lagu yang ini saja.."
" Iris."
"Ahh..lagu ini selalu membuat perasaan menjadi sendu.."
"Kopinya habis.. Buatkan lagi please!!
"hmm..kurasa tidak, itu gelas terakhir untukmu.. Jangan pernah berlebihan dalam segala hal meskipun itu cuma secangkir kopi.."
"Maaf.. saya cuma seperti ingin meminum semua kopi di dunia ini.."
"Apakah menurutmu itu obatnya.. Sudahlah.."
"Rasanya, semua anak akan beranjak dewasa kecuali aku.. Seperti ada yang mengutukimu.."
"Percayalah, semuanya akan baik.. Hei There Is A Light That Never Goes Out.."
"The Smiths.. si Morrisey ini sendiri saja hebat apalagi jika berdua.. Hahaha.. Rewind please!!
" Yah.. I love 'em..
 " Apa semuanya sudah terlelap yah.."
"Mungkin.. Tapi aku rasa iya.. I wanna tell u something : bahwa menjadi tahu dan mengerti membuat perasaan menjadi sesak, rasa ingin tahuku menggila.. Aku sungguh sangat ingin berkenalan dengannya.."
"Maksudmu : lelaki yang kita panggil Ayah..Bapak..Father.."
"Pernah terlintas untuk menculik Ayah mereka-mereka.."
"Itu sangat gila.."
"Tapi urung, aku takut mereka akan sedih sepertiku.. Jadi sekarang jika melihat Ayah mereka-mereka aku hanya akan memotretnya dalam ingatan.. Memandanginya dengan binaran mata anak kepada Ayahnya.."
"Yah itu lebih baik.. Hei lets change topic.."
"Masih senang meracau..hahaha..."
"Mengapa saya merasa semuanya menjauh dan menjadi asing.."
"Hei..aku ingin hujan turun lagi.. Kami belum cukup melepas rindu...."
"Tapi, kasihan hujan..kemarin dia mendapat banyak sumpah serapah.. Hujan sedih..padahal dia hanya melepas rindu.."
"Kau tak bisa berkata pada matahari "Tambahkan sinar matahari." atau pada hujan "Kurangi hujan."
"Yah..hari ini aku ingin berjalan-jalan menjelajahi setiap sudut langit, di bumi tidak ada apa-apa karena itu aku ke langit.."
"Yah..jangan bawa aku pulang, karena itu bukan rumahku lagi.."
"Bolehkah aku terlelap sekarang??"
"Silahkan, jika matamu sedang ingin, tapi kurasa tidak.."
"Sepertinya mataku menolak.."
Humming.."to die by yourside is such heavenly way to die.."
"aku akan mati terbunuh lelah..nanti..di kantor..tough day.."
"Tuhan memanggil.. Pergilah menghadapnya.. Dan berdoalah. Berdoa itu seperti bercakap-cakap dengan Tuhan."
"Saya akan berdoa untukmu..Tuhan Maha Mendengar.. karena itu adalah hal yang paling sulit untuk manusia : mendengar. Percayalah, kau dengarkan? Pasti tidak"

percakapan di tengah malam buta..when i get mad


25.1.11

Va'dove ti porta il cuore

"dan kelak, di saat begitu banyak jalan
terbentang dihadapanmu
dan kau tak tahu jalan mana yang harus
kau ambil, janganlah memilihnya dengan
asal saja, tetapi duduklah dan
tunggulah sesaat. tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan,
seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini.
jangan biarkan apa pun mengalihkan
perhatianmu, tunggulah dan tunggulah
lebih lama lagi. berdiam dirilah, tetap hening,
dan dengarkanlah hatimu.
lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah,
dan pergilah ke mana hati membawamu.
 [Susanna Tamaro]

"Hidup bukanlah perlombaan, melainkan membidik target: menghemat waktu tidaklah penting, yang penting membidik titik di tengah-tengah."
(Susanna Tamaro, Pergilah ke mana hati membawamu)

"Siapa pun yang meninggalkan usia remaja tanpa terluka tak pernah bisa menjadi orang dewasa yang sempurna." (hlm. 4)

"Kemampuan untuk memecahkan masalah datang pengalaman sehari-hari, dengan memandang segala sesuatu sebagaimana adanya bukan sebagaimana seharusnya, entah menurut siapa pun." (hlm. 20)

"Untuk menjadi kuat kau harus mencintai diri sendiri ;dan untuk mencintai diri sendiri kau harus benar2 mengenal dirimu, mengenal segala sesuatu tentang dirimu, termasuk rahasiamu yang paling tersembunyi, rahasia yang paling sulit diterima." (hlm. 19)

Pemahaman membutuhkan keheningan (hlm. 33)

Berjuang untuk suatu gagasan tanpa terlebih dulu mengenal dirimu sendiri adalah hal yang paling berbahaya yang bisa dilakukan manusia (hlm. 53)

Jangan percaya kepada orang2 sempurna yang memiliki semua jawaban. Jangan percaya apapun kecuali apa yang dikatakan hatimu (hlm. 49)

Hati manusia bagaikan tanah, separuh disinari matahari separuh lagi ada dalam bayangan (hlm. 49)

Setiap orang melakukan kesalahan, namun jika kau meningggal dunia tanpa pernah memahami kesalahan2 itu, itu artinya kau menyia-nyiakan makna kehidupan.(hlm. 46)

Tentang pilihan untuk berkeluarga..   

Aku berpikir suatu hari nanti aku menemukan seorang pemuda yang dapat ku ajak bicara hingga larut malam tanpa merasa lelah. Dan saat berbicara kami tersadar bahwa kami merasakan emosi yang sama dan melihat segala sesuatu dengan cara yang sama. Maka lalu cinta pun lahir, cinta yang didasarkan pada persahabatan, pada rasa saling menghargai, bukannya tipuan-tipuan murahan. Aku menginginkan persahabatan penuh kasih dengan seorang pria, jenis hubungan setara seperti yang sering ada antara seorang pria dan pria lain.Teman-temanku banyak, namun hubungan kami tak pernah dua arah. Teman-temanku hanya datang untuk menceritakan masalah percintaan mereka. Satu demi satu teman-temanku pun menikah. Pada suatu saat dalam hidupku, sepertinya aku tidak melakukan apa-apa kecuali menghadiri pesta pernikahan. Sejujurnya aku tidak merasakan di dalam diriku keinginan yang menyala-nyala untuk berkeluarga. Gagasan untuk melahirkan membuatku gelisah. Sebagai seorang anak, aku sangat menderita dan aku takut pada giliranku aku akan membuat seorang makhluk tak berdosa menderita seperti diriku. Pendek kata, dibandingkan perempuan-perempuan lain, hidupku bebas dan aku sangat takut kehilangan kebebasan ini.   

Tentang memilih dengan hati..  

Saat usiamu bertambah, kau mungkin terdorong untuk mengubah sesuatu, mengubah yang keliru menjadi benar, namun setiap kali dorongan itu muncul, ingatlah bahwa perubahan paling penting pertama yang harus dilakukan ada di dalam dirimu sendiri. Berjuang untuk suatu gagasan tanpa terlebih dulu mengenal dirimu sendiri adalah hal paling berbahaya yang bisa dilakukan manusia. Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus diambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah kemana hati membawamu.
  
Va’ dove ti porta il cuore atau dalam bahasa Indonesia Pergilah Ke Mana Hati Membawamu karangan Susanna Tamaro.






sebagian isi buku diambil dari : sini dan sini